Dampak Stabilitas Sektor Perbankan terhadap Pertumbuhan Kredit di Indonesia
Keywords:
banking stability, credit growth, NPL, CAR, LDR, Error Correction ModelAbstract
Peneilitian ini mengkaji dampak stabilitas sektor perbankan terhadap pertumbuhan kredit di Indonesia selama periode kuartal I 2004 hingga Kuartal IV 2024 menggunakan data time series kuartalan yang bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Stabilitas Perbankan diukur melalui tiga indikator utama : risiko kredit (NPL), kecukupan modal (CAR), dan likuiditas (LDR), dengan pertumbuhan GDP dan inflasi sebagai variabel kontrol. Metode Error Correction Model (ECM) Engle-Granger digunakan untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan mekasnisme koreksi menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil uji kointegrasi mengkonfirmasi adanya hubungan jangka panjang yang stabil antar variabel. Estimasi ECM menunjukkan NPL berpengaruh negatif signifikan (koefisien = -2,1755; p = 0,0003), LDR berpengaruh positif signifikan (koefisien = 0,3010; p = 0,085), dan CAR berpengaruh negatif pada taraf 10 persen (koefisien = -6258; p= 0,057). Koefisien ETC sebesar 24,60 persen per kuartal. Temuan ini menegaskan pengendalian risiko kredit sebagai faktor paling determinan dalam mendukung pertumbuhan kredit berkelanjutan dan stabilitas perbankan sebagai prasyarat fundamental efektivitas intermediasi keuangan di Indonesia.



1.png)

